Langsung ke konten utama

Rekreasi Gratis: Ada Apa di Taman Kodok, Jakarta?


Taman Kodok letaknya di sebelah tenggara Taman Menteng. Memang jauh lebih kecil daripada Taman Menteng, tapi sebetulnya Taman Kodok lebih dahulu ada. Waktu Taman Menteng masih berupa Stadion Persija, Taman Kodok sudah hadir melayani warga Jakarta, terutama penghuni rumah di sekitarnya. Pengunjung taman bisa duduk-duduk nyaman di bangku taman di bawah rimbunnya pepohonan di antara empat patung kodok di situ. Makanya dinamakan Taman Kodok.

Masuk ke Taman Kodok, Menteng Jakarta

Kontras dengan sekarang. Sejak direnovasi tahun 2012, Taman Kodok berubah tampilan, menjadi lebih modern dan tertata. Namun sayang, kurang asri akibat tanaman di dalam area hanya berupa palem, pisang-pisangan dan bunga-bunga. Bukan pohon dengan kanopi lebar seperti dulu, yang rimbun memberi bayangan serta kesejukan. Duduk di Taman Kodok sekarang dinaungi pohon merambat saja. Yah, semoga cepat tumbuh tanaman itu, agar cepat rimbun. Jadi bisa menahan sinar matahari.


Asyik sekali duduk di sini. Semoga tanaman merambat segera memenuhi atapnya agar rindang

Desain Taman Kodok lebih menyatu selaras dengan Taman Menteng. Jadinya, Taman Kodok seakan-akan perluasannya (extension) Taman Menteng. Terlebih, letak keduanya yang memang dekat sekali, hanya dipisahkan oleh jalan lingkungan selebar 5 meter. Mau ke Taman Kodok, bisa numpang parkir di Gedung Parkir Taman Menteng, atau sebaliknya. Seperti yang sering kami lakukan, mau ke Taman Menteng, parkirnya di depan Taman Kodok. Turun mobil, langsung disambut oleh gerobak bubur dan soto ayam. Sedapp....

Tahu kenapa taman Situbondo ini lebih dikenal sebagai Taman Kodok? 

Di tengah-tengah Taman Kodok sekarang ada Dancing Fountain, sama seperti di Taman Menteng di ujung sebelah sananya. Jadi, kedua air mancur menari itu seakan menjadi dua kutub area hijau. Bedanya, di Taman Kodok air mancur itu lebih luas dan dikelilingi oleh lima patung kodok. Tidak ada permainan interaktif seperti di Taman Kelapa Gading. Tidak ada juga sarana olahraga. Taman Kodok lebih diperuntukkan untuk sekedar duduk-duduk bersantai.
Taman Kodok ditata lebih rapi dan diberi fasilitas dan amenities seperti tempat duduk dan tempat sampah

Sayangnya, itu tadi....duduk di Taman Kodok sedikit kurang nyaman karena panas. Selain kanopi kurang, juga karena rumput di sini kurang banyak. Lahannya lebih menyerupai plaza paving-block (perkerasan beton sebagai lantai). Memang membuat tidak becek, namun kurang memberi kesan hijau di mata dan membikin panas akibat radiasi matahari yang diserap dan dipantulkan beton. Bandingkan dengan Taman Surapati yang sangat rimbun dan dipenuhi rumput hijau.

Menurut website Pemda DKI, Taman Kodok (Situbondo) ini sebetulnya memang sekedar taman kecil untuk areal perumahan. Bahasa lainnya, taman lingkungan kelas RT. Jadi warga sekitar di RT tersebut bisa main ke situ bersama keluarganya. Di kompleks rumah kami juga ada tuh taman RT begini. Lebih jelek daripada Taman Kodok sekarang ini, tapi lebih ramai. Karena warga memang betul-betul memanfaatkan lahan hijau itu. Kontras dengan di Taman Kodok. Penghuni rumah sekitar sepertinya malahan tidak pernah main ke sini ya? Atau mau nunggu kami pindah rumah dulu ke Menteng ya? Hehee.. Aamiin.

Taman Kodok
Alamat: Jalan Kediri - Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta

Komentar

TAS PREMIUM INDONESIA

TAS PREMIUM INDONESIA
INDONESIAN PREMIUM BRAND

Postingan populer dari blog ini

Panduan Mudik Jakarta - Palembang Jalan Darat Bawa Mobil

Mau ke Palembang nih ceritenye? Ade ape? Oohh...lagi dinas ya? Urusan kantor? Atau lagi kondangan, dapet undangan pernikahan saudara dekat? Kalau kami, kebetulan baru aja silaturahmi sekaligus liburan. Yah,.. belated homecoming gitu dehh,...alias mudik telat. Udah lebaran ketiga baru deh beranjak ke kampung halaman, meluncur pakai mobil, jalan darat Jakarta – Palembang . Jadinya sih enak juga. Jalanan kosong melompong sepanjang jalan. Belum ada bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang beropearsi. Truk dan pick up pengangkut logistik juga belum pada jalan. Lengang....Alhasil, jarak 600 km ditempuh dalam waktu hanya 18 jam saja. Kami berangkat dari rumah Pondok Kelapa jam 4:00 pagi, dan tiba di Plaju, Palembang jam 22:00. Ini tergolong cepat, sebab bilamana musim mudik, perjalanan bisa sampai 24 jam bahkan 36 jam. Wuih,..lama ya? Iya,..sebab yang bikin lama itu antri di Pelabuhan Merak waktu mau masuk kapal Ferry . Pernah tuh, dua tahun yang lalu,..kami antri sampai 6 jam ...

Bagaimana caranya ke Sate Maranggi Asli Purwakarta?

Sate apa yang paling top markotop? Kalau menurut istri saya, Sate Maranggi “Cibungur” di Purwakarta . Yang asli yang di bawah rindangnya pepohonan (hutan) jati . Satenya minimalis tidak pake bumbu kacang atau pun bumbu kecap lagi. Sebabnya, semua bumbu sudah meresap masuk di daging sapi di setiap tusuknya. Rasanya memang agak manis. Biasanya istri saya kurang suka yang manis-manis. Namun kali ini ia tidak protes malah mengacungkan jempol. Top Markotop. Langsung ia mengambil kamera dan di foto untuk di share ke pemirsa. Hehehe.. Jepret..jepret.. Jebrett! Sate Sapi Maranggi, Nasi timbel, Sambal tomat, Sop sapi dan Es kelapa muda Kalau dirasa kurang pedas, sebetulnya Sate Maranggi ini bisa disantap pakai sambal. Ya,...sambal minimalis yang hanya terbuat dari cabe, potongan tomat, dan garam dicampurkan ke nasi timbel dan dilahap bersama sate. Sedap…Rumah Makan Sate Maranggi "Cibungur" memang tidak sedia lontong. Yang ada nasi. Tapi kalau lotek ada. Bisa jadi teman m...

Hotel di Puncak, Bogor di Mana Anak-anak bisa Main dan Rekreasi Tanpa Harus Keluar Hotel

Selepas dari Taman Matahari , tepat jam 12:30 kami pun mulai lapar. Browsing dulu di internet mau makan apa di mana? Keluarlah yang khas Puncak: Warung Sate Pak H. Kadir . Di mana tuh? Di mana-mana ada alias banyak cabangnya. Dan salah satunya, cabang ke-3, ternyata berada persis di seberang hotel yang kami tuju, yakni di depan HOTEL ROYAL SAFARI GARDEN . Wah, kebetulan sekali yakkk..sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Maka kami bisa check-in hotel, parkirkan mobil, taruh barang-barang ke kamar, setelah itu langsung makan siang. Kebetulannya lagi, Unit Rhino yang kami pilih ternyata letaknya di area depan, dekat gerbang masuk. Jadi cukup jalan kaki saja ke Sate Haji Kadir . Menuju ke lobi Hotel Royal Safari Garden Lobi Hotel Royal Safari Garden, Puncak, Bogor dari depan lobby hotel RSG, Puncak Selesai makan, kami kembali ke hotel.  Begini nih unit tempat kami menginap. Namanya Rhino , artinya Badak. Di Hotel Royal Safari Garden ...
Custom Search